BerandaBeritaInternational Naqshbandi Conference 2026, Mudir Ali Bahas Peran Naqshabandiyyah

International Naqshbandi Conference 2026, Mudir Ali Bahas Peran Naqshabandiyyah

Bukhara, JATMAN Online

Mudir Ali Idarah Aliyyah JATMAN, Prof. Dr. KH. Ali Masykur Musa, M.Si., M.Hum., menjadi salah satu narasumber untuk membahasa peran Naqshabandiyyah dalam International Naqshbandi Conference 2026 yang diselenggarakan pada 19 – 20 September 2026 di Bukhara Technology Institute, Kota Bukhara, Uzbekistan.

Dalam forum internasional yang dihadiri tidak kurang dari 200 peserta tersebut, Prof. Dr. KH. Ali Masykur Musa menyampaikan presentasi bertajuk “Peranan Naqsabandiyah dalam melahirkan kehidupan sosial yang damai dan sejahtera.” Kehadiran beliau menjadi bagian dari kontribusi delegasi Indonesia dalam memperkuat dialog keilmuan, spiritualitas, dan peran tarekat dalam kehidupan masyarakat global.

Konferensi ini diikuti oleh delegasi dari berbagai negara, dengan Republik Uzbekistan sebagai tuan rumah. Sedikitnya 14 negara turut ambil bagian dalam konferensi ini, di antaranya Indonesia, Malaysia, Singapura, Pakistan, Bangladesh, Amerika Serikat (USA), Zambia, Mesir, Australia, Myanmar, Rusia, Uni Emirat Arab, dan India.

Menggali Peran Tarekat dalam Kehidupan Sosial

Dalam presentasinya, Prof. Dr. KH. Ali Masykur Musa mengangkat peran Naqsyabandiyah dalam membangun kehidupan sosial yang damai dan sejahtera. Tema tersebut menempatkan ajaran tarekat dalam konteks kehidupan masyarakat, dengan perhatian pada hubungan antara penghayatan spiritual, pembentukan akhlak, dan tanggung jawab sosial.

Naqsyabandiyah merupakan salah satu tarekat besar dalam tradisi tasawuf Islam yang memiliki sejarah panjang dan jaringan pengikut di berbagai belahan dunia. Bukhara sendiri memiliki hubungan historis yang erat dengan perkembangan tarekat ini, terutama melalui sosok Khwaja Bahauddin Naqshband, yang dikenal sebagai tokoh utama dalam sejarah Naqsyabandiyah.

Dalam konteks tersebut, pembahasan mengenai peranan Naqsyabandiyah dalam kehidupan sosial menjadi relevan dengan semangat konferensi yang mempertemukan para ulama, tokoh tarekat, akademisi, dan delegasi dari berbagai negara.

Prof. Dr. KH. Ali Masykur Musa menegaskan bahwa penghayatan spiritual perlu memiliki dampak nyata dalam kehidupan bermasyarakat. Nilai-nilai yang tumbuh melalui pembinaan rohani diharapkan dapat membentuk pribadi yang berakhlak, menghargai sesama, dan berkontribusi terhadap terciptanya kehidupan sosial yang harmonis.

“Tarekat harus melahirkan manusia yang semakin dekat kepada Allah, sekaligus semakin bermanfaat bagi sesama.”, jelasnya

Pernyataan tersebut menggambarkan keterkaitan antara dimensi spiritual dan tanggung jawab sosial yang menjadi pokok perhatian dalam tema presentasi beliau.

Forum Internasional di Kota Bukhara

International Naqshbandi Conference 2026 berlangsung selama dua hari, 19–20 September 2026, di Bukhara Technology Institute. Forum ini mempertemukan peserta dari berbagai latar belakang negara dan tradisi keilmuan dalam suasana dialog internasional.

Dengan jumlah peserta tidak kurang dari 200 orang, konferensi tersebut menjadi ruang pertemuan bagi para delegasi untuk berbagi pandangan mengenai ajaran, sejarah, dan aktualisasi nilai-nilai Naqsyabandiyah dalam kehidupan kontemporer.

Bagi delegasi Indonesia, keikutsertaan Prof. Dr. KH. Ali Masykur Musa membawa perspektif JATMAN dalam pembahasan mengenai peran tarekat di tengah dinamika kehidupan masyarakat dunia. Sebagai Mudir ‘Ali Idarah ‘Aliyah JATMAN, beliau menyampaikan pandangan yang berangkat dari tradisi keilmuan dan pengamalan tarekat di Indonesia.

Spiritualitas dan Kemaslahatan Masyarakat

Pembahasan mengenai kehidupan sosial yang damai dan sejahtera menegaskan pentingnya hubungan antara pembinaan batin dan kehidupan bersama. Dalam tradisi tasawuf, penguatan kesadaran spiritual memiliki hubungan dengan pembentukan akhlak, pengendalian diri, serta kepedulian terhadap lingkungan sosial.

Melalui tema presentasinya, Prof. Dr. KH. Ali Masykur Musa mengajak peserta untuk melihat Naqsyabandiyah sebagai tradisi spiritual yang memiliki relevansi dalam membangun kehidupan masyarakat yang berorientasi pada kedamaian, persaudaraan, dan kemaslahatan.

“Kedamaian sosial bermula dari hati yang damai, dan kesejahteraan masyarakat tumbuh dari manusia yang memiliki kepedulian terhadap sesamanya.”, jelasnya 

International Naqshbandi Conference 2026 di Bukhara menjadi salah satu forum pertemuan internasional yang mempertemukan delegasi dari berbagai negara. Kehadiran Prof. Dr. KH. Ali Masykur Musa sebagai narasumber dari Indonesia turut memperkaya pembahasan mengenai peranan Naqsyabandiyah dalam kehidupan sosial yang damai dan sejahtera.

Bukhara, Uzbekistan, 19 September 2026

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine