BerandaBeritaTerpilih sebagai Rais Aam, Kiai Miftach Dititipi Pesan Khusus

Terpilih sebagai Rais Aam, Kiai Miftach Dititipi Pesan Khusus

Jombang, JATMAN Online

Sidang majelis Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) memutuskan KH. Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Masa Khidmat 2026-2031.

Keputusan itu dibacakan oleh KH. Anwar Iskandar di halaman Gedung Serba Guna Hasbullah Said, tempat pleno Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang. Ahad malam, (30/8/2026).

Kiai Anwar menyebutkan mekanisme saat proses pertemuan para sembilan Kiai dengan bersama-sama mufakat di rumah peninggalan KH. Abdul Wahab Chasbullah.

“Mekanisme yang digunakan dalam musyawarah Ahlul Halli wa Al-‘Aqd adalah musyawarah mufakat.” ucap Kiai Anwar.

Ia menambahkan beberapa hujjah seperti ayat-ayat Al-Qur’an dan Sila ke empat.

“Yang itu sesuai dengan perintah Al-Quran Al-Karim: wasyawirhum fil amr (Q.S. Ali Imron:159). Kemudian wa amruhum syuro baynahum (Q.S. As-Syuro: 38). Di samping itu sudah sesuai dengan Pancasila, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan.” jelasnya di hadapan peserta Muktamar.

Ada catatan khusus setelah majelis AHWA berkumpul. Salah satunya pesan beberapa kader NU yang dinilai potensial, agar berkhidmat di kepengurusan PBNU ke depan.

“Kepada Rais Aam terpilih diamanatkan untuk mengajak potensi-potensi yang ada di dalam Nahdlatul Ulama dalam bentuk apapun, untuk ke depan, bersama-sama merawat dan mengurus Nahdlatul Ulama. Sehingga apapun background sebelumnya dalam dinamika organisasi ini, nanti semuanya kita ajak.” ungkapnya.

Baca juga: Tabulasi AHWA Muktamar ke-35 NU Rampung, Ini Daftar 9 Ulama Peraih Suara Terbanyak

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine