Bukhara, JATMAN Online
Mudir Ali Jam’iyyah Ahlith Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyyah (JATMAN) Prof. Dr. KH. Ali Masykur Musa berharap para pengamal Thariqah Naqshabandiyah mengambil peran dalam ikut menciptakan keharmonisan sosial dan perdamaian dunia.
“Sehingga dengan demikian, pengamal Naqshabandi mempunyai peranan yang penting dalam menciptakan perdamaian dan juga menyangkut dalam kehidupan sehari hari” kata Mursyid Thariqah Naqsabandiyyah Khalidiyyah ini saat menyampaikan materinya dalam acara Konferensi Internasional Naqshabandi di Bukhara Uzbekistan, Senin, (6/10/2025).
Menurut Kiai Ali, begitu ia biasa disapa, Thariqah Naqshabandiyah merupakan satu diantara dari Thariqah Mu’tabarah yang banyak dianut oleh pengamal tarekat di banyak negara. Sehingga, thariqah ini mempunyai kekuatan spiritual dalam menciptakan keharmonisan sosial. Pengamalan dan pengajarannya memberikan penekanan pada upaya membersihkan jiwa dan membeningkan mata hati para pengamalnya secara individual.
Ia berharap, kedepannya kegiatan Konferensi Internasional Naqsabandi ini terus berlangsung dan berkelanjutan secara rutin. Baik setiap setahun sekali maupun dua tahun sekali dengan mengumpulkan lebih banyak negara yang hadir.
Dalam konferensi internasional Naqsabandi tersebut, mewakili delegasi dari Indonesia, Kiai Ali menyampaikan materi berjudul: Dampak Pengamalan Tarekat Dalam Menciptakan Keharmonisan Masyarakat.
Kegiatan konferensi ini merupakan kerja bareng antara World Sufi Center, Ministry of Higher Education, Science and Innovation, Naqshbandnur Scientific Research Center, Bukhara Regional Administration dan Bukhara State Technical University.
Di akhir pemaparannya, ia menyapaikan selamat kepada panitia yang telah menyelenggarakan kegiatan berskala internasioanl ini. Sekaligus, mengungkapkan kegembiraannya dan terimakasihnya kepada pemerintah Uzbekistan atas kepercayaannya mengundang dirinya selaku Ketua JATMAN hadir dalam forum tersebut.
“Terimakasih dan sukses, semoga Allah SWT meridlai dan memberkahi acara Internasional Conference of Naqshabandi” pungkasnya.
Pada hari Sabtu (4/10/2025), sejumlah tokoh spiritual dan akademisi dari berbagai negara menghadiri The International Naqshbandi Conference yang digelar di Kota Bukhara, Uzbekistan. Konferensi tersebut membahas kontribusi ajaran thariqah Naqshabandi dalam pengembangan pendidikan serta pembentukan karakter dan moralitas.
Forum internasional ini diikuti oleh delegasi dari berbagai negara, termasuk Indonesia. Para peserta menyoroti pentingnya integrasi nilai-nilai spiritualitas dalam membangun sistem pendidikan modern sekaligus menanamkan prinsip-prinsip etika dalam kehidupan masyarakat.
Melalui pidato utama dan sejumlah sesi diskusi, konferensi ini mengulas bagaimana praktik spiritual dalam tradisi thariqah Naqshabandi dapat berkontribusi terhadap pembentukan karakter, penguatan moral, serta terciptanya keharmonisan sosial.
Salah satu tokoh yang hadir sebagai pembicara adalah delegasi Indonesia, Prof. Dr. KH. Ali Masykur Musa, SH., M.Si., M.Hum. yang juga menjabat sebagai Mudir Ali Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyyah (JATMAN). Dalam kesempatan tersebut, ia membagikan pandangan mengenai kontribusi ajaran Sufisme dan thariqah Naqshabandi dalam memperkuat kohesi sosial.



