BerandaBeritaHari Santri 2025, PBNU Akan Gelar Istighatsah Bersama Dzurriyah Muassis NU

Hari Santri 2025, PBNU Akan Gelar Istighatsah Bersama Dzurriyah Muassis NU

Jakarta, JATMAN Online

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan menggelar Istighatsah Bersama Dzurriyah Muassis NU di gedung PBNU, Kramat Raya Jakarta Pusat pada hari Rabu, tanggal 22 Oktober 2025 besok.

Kegiatan istighatsah ini merupakan rangkaian peringatan Hari Santri tahun 2025.

PBNU tahun ini mengangkat tema peringatan Hari Santri dengan “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Mulia”.

Istighatsah ini menjadi spesial karena akan dihadiri oleh para dzurriyah muassis NU.

Dijadwallkan akan hadir yaitu K.H.R Azaim Ibrahimy beserta keluarga besar K.H.R As’ad Syamsul Arifin.

Pada kesempatan berikutnya, Insya Allah juga akan hadir dzurriyah Syaikhona Kholil Bangkalan, dzurriyah Hadratus Syekh Hasyim Asy’ari Tebuireng, dzurriyah K.H. Abdul Wahab Chasbullah Tambakberas, dzurriyah K.H. Bisri Syansuri Denanyar, dan seterusnya secara bergiliran.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum PBNU H Amin Said Husni berbicara tentang prinsip-prinsip yang digunakan dalam Peringatan Hari Santri 2025 sekaligus Harlah NU pada tahun ini. Salah satunya prinsip desentralistik.

“Jadi kegiatannya itu tidak ada yang dipusatkan di satu tempat seperti misalnya pada peringatan Harlah satu abad versi Hijriah di Sidoarjo,” katanya saat rapat Koordinasi daring dengan seluruh ketua PWNU dan PCNU se-Indonesia, Kamis (18/9/2025).

“Diharapkan bisa dilaksanakan secara serentak di seluruh PWNU, di seluruh PCNU bahkan ke seluruh ranting dan anak ranting di seluruh Indonesia,” lanjutnya

Sementara itu, Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf mengatakan, penguatan aspek rohaniah menjadi salah satu perhatian dalam peringatan Hari Santri dan Harlah NU tahun ini. Upaya tersebut diwujudkan melalui penguatan sejumlah kegiatan keagamaan, seperti ziarah, napak tilas, istighotsah, dan shalawat.

“Ini untuk mengingatkan kita semua tentang perjuangan yang telah dilakukan oleh para muassis untuk melandasi jam’iyyah ini dengan kekuatan rohani yang Tangguh, kekuatan rohani yang yang akan menjadi pondasi dari tegaknya jam’iyyah Nahdlatul Ulama,” ungkapnya.

Selain itu, Gus Yahya mengingatkan seluruh jajaran pengurus NU mengenai tantangan besar yang harus dihadapi setelah organisasi tersebut melewati usia satu abad. Menurutnya, pengurus dan warga NU memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan perjuangan agar organisasi ini mampu bertahan dan berkembang hingga memasuki abad kedua, bahkan abad-abad berikutnya.

“Kalau bisa lolos dua abad sampai tiga abad ini, Masya Allah, Masya Allah, ini akan menjadi konstruksi peradaban yang insya Allah akan bertahan di dalam jangka yang Panjang,” ungkapnya.

Gus Yahya menegaskan, perjalanan panjang tersebut tentu tidak akan terlepas dari berbagai dinamika dan tantangan. Perjuangan untuk menjaga keberlangsungan NU membutuhkan keteguhan karena prosesnya tidak selalu berjalan mudah, lancar, maupun nyaman.

Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh jajaran pengurus NU di berbagai daerah yang selama ini telah menunjukkan kesabaran dan ketekunan dalam menjalankan berbagai agenda yang ditetapkan PBNU.

“Saya bertemu dengan teman teman para pengurus PWNU maupun PCNU, ada gairah kita karena sudah mulai merasakan manfaat dari agenda konsolidasi yang selama ini kita jalankan,” ungkapnya.

Ia berharap, proses konsolidasi yang telah berjalan dapat terus berlanjut hingga mencapai hasil optimal. Dengan demikian, berbagai upaya penguatan organisasi yang selama ini dilakukan mampu mendorong peningkatan kinerja NU secara signifikan.

“Kalau ini nanti terus berlangsung hingga mencapai titik yang optimal, masyaallah, nanti akan terasa sekali bagaimana kinerja selama ini akan mengalami boosting, mengalami peningkatan yang drastis,” pungkasnya.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine