Jakarta, JATMAN Online
Jelang Hari Lahir Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah An-Nahdliyyah (JATMAN) yang ke-69 Tahun, Idarah Aliyyah JATMAN me-launching logo Harlah di Jakarta, pada Sabtu sore, (3/10/2026).
Berdasarkan kajian internal dan manuskrip Risālah Al-Mu’tamar Al-Awwal, pada Kongres Alim Ulama Ahli Thariqah di Tegalrejo, Magelang. Idarah Aliyyah memutuskan Harlah JATMAN jatuh pada tanggal 13 Oktober 1957.
Pada Harlah kali ini, JATMAN mengangkat tema: “Memasyarakatkan Tarekat untuk Membangun Ruhani dan Akhlak Umat”. Tema ini dipilih sebagai perjalanan tarekat yang terus menerus membangun spiritualitas dan akhlak umat.
Sekretaris Idarah Aliyyah JATMAN, Ahmad Rouf, menjelaskan bahwa tema tersebut dipilih karena tarekat sebagai sarana pembinaan jiwa (ruhani), membentuk karakter dan akhlak umat.
“Momentum Hari Lahir JATMAN ke-69 menjadi pengingat bahwa tarekat bukan hanya sebatas amalan spiritual bagi kalangan tertentu, tetapi merupakan jalan pembinaan ruhani yang memiliki peran penting dalam membentuk manusia yang beriman, berakhlak mulia, dan memiliki kepedulian sosial.” jelas Rouf.
Ia menambahkan tema tersebut sesuai dengan kondisi masyarakat saat ini yang membutuhkan penguatan nilai spiritual dan moral serta mengajak masyarakat untuk memahami tarekat sebagai bagian dari tradisi keislaman.
“Tema ‘Memasyarakatkan Tarekat untuk Membangun Ruhani dan Akhlak Umat’ sangat relevan karena mengajak masyarakat untuk memahami tarekat sebagai bagian dari tradisi keislaman yang membawa pesan kedamaian, keseimbangan, dan perbaikan moral.” tambahnya saat dikonfirmasi JATMAN Online.
Nilai-nilai tarekat dapat menjadi solusi dalam membangun pribadi yang lebih baik melalui sikap rendah hati, kasih sayang, pengendalian diri, dan kepedulian sosial.
Tarekat diharapkan tidak hanya berhenti pada aktivitas ritual, tetapi juga memberikan dampak nyata dalam kehidupan sosial.
“Tarekat harus hadir di tengah masyarakat sebagai energi positif yang melahirkan pribadi-pribadi yang dekat dengan Allah, bermanfaat bagi lingkungan, serta mampu menjaga nilai persaudaraan dan kebangsaan.” pungkas Rouf.
Desain dan Filosofi Logo
Desain logo Harlah JATMAN ke-69 membentuk angka Arab (٦) dan angka Arab (٩).
Desain angka tersebut dipadu dengan warna hijau dan kuning emas, diolah secara abstrak dan kontemporer sebagai representasi perjalanan panjang JATMAN dalam menjaga, mengembangkan, dan meneruskan nilai-nilai tarekat.
Abdurrahman El-Syarif sebagai inspirator logo Harlah tahun ini, mengatakan desain Harlah ini modern, kontemporer, dan memiliki makna filosofis.
“Alur bentuk yang mengalir dan menjulang menggambarkan perjalanan ruhani yang terus bertumbuh, dari dalam diri menuju kehidupan umat, serta dari satu generasi ke generasi berikutnya. Di dalam bentuk tersebut hadir interpretasi visual seseorang yang sedang berdoa atau berwirid, sebagai simbol penghambaan, dzikir, penguatan ruhani, dan ikhtiar untuk mendekatkan diri kepada Allah.” ungkapnya.
Abdurrahman mengungkapkan logo sebagai simbol perjalanan spiritual dan moral, serta menggambarkan nilai-nilai tarekat di kehidupan masyarakat.
“Logo tersebut menjadi simbol perjalanan spiritual dan moral, yang menggambarkan upaya menghadirkan nilai-nilai tarekat dalam kehidupan masyarakat untuk membentuk pribadi yang lebih dekat kepada Allah, berakhlak mulia, serta memberikan manfaat bagi sesama.” ucapnya
UNDUH LOGO HARLAH JATMAN DI SINI:
https://drive.google.com/drive/folders/1IDbCXUWJX52rHeaAjEvIPw7SUR1VFKUS?usp=sharing



